
Penyebab Gejala Penularan Penyakit TBC
Tuberkulosis atau yang lebih dikenal dengan singkatan TBC merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan di berbagai negara. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang umumnya menyerang paru-paru. Namun dalam beberapa kondisi bakteri tersebut juga dapat menyerang organ lain seperti tulang ginjal kelenjar getah bening hingga otak.
Meskipun TBC termasuk penyakit serius perkembangan dunia medis telah memungkinkan penyakit ini disembuhkan apabila penderita mendapatkan diagnosis lebih awal serta menjalani pengobatan secara teratur hingga selesai. Sayangnya masih banyak masyarakat yang belum memahami bagaimana penyakit ini menular gejala awal yang muncul maupun pentingnya menyelesaikan terapi sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Artikel berikut akan membahas secara lengkap mengenai penyakit TBC mulai dari penyebab gejala faktor risiko proses diagnosis pengobatan hingga langkah-langkah pencegahannya.
Apa Itu Penyakit TBC
Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini memiliki kemampuan bertahan hidup dalam tubuh manusia dalam waktu yang sangat lama. Pada sebagian orang bakteri dapat berada dalam kondisi tidak aktif atau disebut TBC laten sehingga tidak menimbulkan gejala dan tidak menular.
Namun ketika daya tahan tubuh menurun bakteri tersebut dapat berkembang menjadi aktif sehingga menyebabkan berbagai keluhan terutama pada sistem pernapasan. Kondisi inilah yang dikenal sebagai TBC aktif dan dapat menular kepada orang lain melalui udara.
TBC telah dikenal sejak ratusan tahun lalu dan hingga kini masih menjadi salah satu penyebab kematian akibat penyakit infeksi di dunia. Oleh karena itu deteksi dini dan pengobatan yang tepat sangat penting untuk memutus rantai penularannya.
Penyebab Penyakit TBC
Penyebab utama TBC adalah infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini masuk ke dalam tubuh melalui saluran pernapasan ketika seseorang menghirup percikan udara yang mengandung bakteri. Penyebab Gejala Penularan Penyakit TBC
Percikan tersebut biasanya keluar ketika penderita TBC aktif batuk bersin berbicara atau bahkan tertawa. Ukuran percikannya sangat kecil sehingga mampu bertahan di udara dalam waktu tertentu terutama pada ruangan tertutup dengan ventilasi yang buruk.
Tidak semua orang yang terpapar bakteri akan langsung sakit. Sistem kekebalan tubuh yang kuat dapat mengendalikan bakteri sehingga tetap berada dalam kondisi tidak aktif.
Bagaimana TBC Menular
Penularan TBC terjadi melalui udara. Ketika penderita TBC paru aktif mengeluarkan droplet yang mengandung bakteri orang lain dapat menghirup bakteri tersebut dan berisiko terinfeksi.
Beberapa kondisi yang meningkatkan risiko penularan antara lain:
Tinggal serumah dengan penderita TBC aktif.
Berada di ruangan tertutup dalam waktu lama.
Ventilasi udara yang kurang baik.
Kepadatan penghuni yang tinggi.
Kontak erat setiap hari.
Penyakit ini tidak menular melalui: Penyebab Gejala Penularan Penyakit TBC
Berjabat tangan.
Berbagi makanan.
Menggunakan peralatan makan yang sama.
Sentuhan kulit.
Gigitan serangga.
Faktor Risiko Terkena TBC
Ada beberapa kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami TBC aktif antara lain:
1. Orang dengan daya tahan tubuh lemah
Sistem imun yang menurun membuat bakteri lebih mudah berkembang sehingga meningkatkan risiko munculnya penyakit.
2. Penderita HIV
Infeksi HIV sangat meningkatkan risiko berkembangnya TBC aktif karena sistem kekebalan tubuh mengalami penurunan yang signifikan.
3. Penderita diabetes
Kadar gula darah yang tidak terkontrol dapat menurunkan kemampuan tubuh melawan infeksi.
4. Perokok
Merokok merusak jaringan paru sehingga meningkatkan kemungkinan infeksi TBC.
5. Lansia
Pertambahan usia menyebabkan fungsi sistem imun menurun.
6. Anak-anak
Anak memiliki sistem kekebalan tubuh yang belum berkembang sempurna sehingga lebih rentan mengalami infeksi.
7. Gizi buruk
Kekurangan nutrisi dapat melemahkan daya tahan tubuh sehingga bakteri lebih mudah berkembang.
Gejala Penyakit TBC
Gejala TBC berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari pada tahap awal. Keluhan yang paling umum meliputi:
Batuk berkepanjangan
Batuk yang berlangsung lebih dari dua minggu merupakan salah satu tanda utama TBC paru.
Batuk berdahak
Dahak dapat berwarna putih kekuningan atau kehijauan.
Batuk darah
Pada kondisi tertentu penderita dapat mengeluarkan darah saat batuk akibat kerusakan jaringan paru.
Demam ringan
Demam biasanya muncul terutama pada sore atau malam hari.
Berkeringat di malam hari
Penderita sering mengalami keringat berlebihan meskipun tidak melakukan aktivitas berat.
Berat badan menurun
Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas menjadi salah satu tanda penting TBC.
Nafsu makan berkurang
Infeksi kronis membuat penderita kehilangan selera makan.
Mudah lelah
Tubuh terasa lemah dan cepat lelah meskipun melakukan aktivitas ringan.
Nyeri dada
Sebagian penderita merasakan nyeri saat bernapas atau batuk.
Jenis-Jenis TBC
TBC Paru
Merupakan bentuk TBC yang paling sering ditemukan dan menjadi sumber utama penularan.
TBC Kelenjar
Menyerang kelenjar getah bening terutama di leher.
TBC Tulang
Menginfeksi tulang belakang atau tulang lainnya sehingga menimbulkan nyeri dan gangguan gerak.
TBC Otak
Disebut meningitis tuberkulosis dan merupakan kondisi yang berbahaya.
TBC Ginjal
Infeksi dapat menyebabkan gangguan fungsi ginjal.
TBC Usus
Menyerang saluran pencernaan sehingga menimbulkan gangguan pada sistem gastrointestinal.
Cara Dokter Mendiagnosis TBC
Diagnosis dilakukan melalui kombinasi wawancara pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang.
Pemeriksaan Dahak
Sampel dahak diperiksa untuk menemukan keberadaan bakteri penyebab TBC.
Foto Rontgen Dada
Digunakan untuk melihat adanya kerusakan pada paru.
Tes Molekuler Cepat
Pemeriksaan modern yang mampu mendeteksi bakteri sekaligus mengetahui kemungkinan resistensi terhadap obat tertentu.
Tes Tuberkulin
Biasanya digunakan untuk mengetahui apakah seseorang pernah terpapar bakteri TBC.
Tes Darah
Pada beberapa kondisi pemeriksaan darah membantu menilai kondisi umum pasien.
Pengobatan Penyakit TBC
Pengobatan TBC membutuhkan waktu cukup lama dibandingkan infeksi bakteri lainnya. Hal ini karena bakteri penyebab TBC berkembang sangat lambat.
Umumnya terapi berlangsung minimal enam bulan menggunakan kombinasi beberapa jenis antibiotik sesuai pedoman medis.
Pengobatan biasanya terdiri dari dua tahap yaitu:
Tahap Intensif
Dilakukan pada dua bulan pertama dengan kombinasi beberapa obat untuk membunuh sebagian besar bakteri.
Tahap Lanjutan
Dilakukan selama beberapa bulan berikutnya untuk memastikan seluruh bakteri benar-benar hilang dan mencegah kekambuhan.
Penderita harus mengonsumsi obat setiap hari sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Pentingnya Menyelesaikan Pengobatan
Banyak pasien merasa sudah sembuh setelah beberapa minggu karena gejalanya membaik. Padahal bakteri masih dapat berada di dalam tubuh.
Menghentikan pengobatan sebelum waktunya dapat menyebabkan: Penyebab Gejala Penularan Penyakit TBC
Penyakit kambuh kembali.
Penularan terus berlangsung.
Munculnya bakteri yang kebal terhadap obat.
Pengobatan menjadi lebih lama dan lebih sulit.
Karena itu kepatuhan menjalani terapi merupakan kunci keberhasilan pengobatan.
Komplikasi TBC
Apabila tidak diobati TBC dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius seperti:
Kerusakan permanen pada paru.
Gagal napas.
Perdarahan paru.
Penyebaran infeksi ke otak.
Kerusakan tulang belakang.
Gangguan ginjal.
Gangguan hati akibat penyakit maupun efek obat yang perlu dipantau.
Kematian pada kasus yang berat.
Cara Mencegah Penyakit TBC
Pencegahan TBC dilakukan melalui berbagai langkah sederhana namun efektif.
Mendapatkan Vaksin BCG
Vaksin BCG diberikan sejak bayi untuk membantu melindungi dari bentuk TBC berat terutama pada anak.
Menutup Mulut Saat Batuk
Gunakan tisu atau siku bagian dalam agar percikan tidak menyebar.
Menggunakan Masker
Penderita TBC aktif sebaiknya menggunakan masker terutama saat berada di sekitar orang lain.
Menjaga Ventilasi Rumah
Sirkulasi udara yang baik membantu mengurangi konsentrasi bakteri di udara.
Rajin Mencuci Tangan
Walaupun TBC tidak menular melalui sentuhan kebiasaan menjaga kebersihan tetap penting untuk kesehatan secara keseluruhan.
Menjalani Gaya Hidup Sehat
Konsumsi makanan bergizi olahraga secara teratur tidur yang cukup dan tidak merokok membantu menjaga sistem kekebalan tubuh.
Segera Memeriksakan Diri
Apabila mengalami batuk lebih dari dua minggu segera lakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan.
TBC pada Anak
Anak-anak sering kali tidak menunjukkan gejala yang khas sehingga diagnosis menjadi lebih sulit.
Gejala yang dapat muncul antara lain:
Berat badan sulit naik.
Nafsu makan menurun.
Demam berkepanjangan.
Batuk lama.
Anak tampak kurang aktif.
Pembesaran kelenjar getah bening.
Riwayat kontak dengan penderita TBC dewasa menjadi informasi penting dalam penegakan diagnosis.
TBC Laten dan TBC Aktif
Perbedaan kedua kondisi ini sering membingungkan masyarakat.
TBC laten berarti bakteri ada di dalam tubuh tetapi tidak aktif sehingga penderita tidak mengalami gejala dan tidak menularkan penyakit.
TBC aktif berarti bakteri berkembang biak sehingga muncul gejala dan dapat menularkan kepada orang lain.
Tidak semua penderita TBC laten akan berkembang menjadi TBC aktif namun risikonya meningkat bila daya tahan tubuh melemah.
Mitos dan Fakta Tentang TBC
Masih banyak informasi yang kurang tepat mengenai TBC. Berikut beberapa contohnya.
Mitos: TBC adalah penyakit keturunan.
Fakta: TBC disebabkan oleh infeksi bakteri dan bukan penyakit genetik.
Mitos: Semua batuk adalah TBC.
Fakta: Batuk dapat disebabkan oleh banyak kondisi sehingga perlu pemeriksaan untuk memastikan penyebabnya.
Mitos: TBC tidak bisa disembuhkan.
Fakta: Sebagian besar kasus TBC dapat sembuh dengan pengobatan yang tepat dan disiplin.
Mitos: Berbagi makanan menyebabkan TBC.
Fakta: Penularan terutama terjadi melalui udara dari penderita TBC paru aktif.
Kesimpulan
Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis dan paling sering menyerang paru-paru, meskipun dapat pula mengenai organ lain. Penularannya terjadi melalui udara ketika seseorang menghirup percikan yang mengandung bakteri dari penderita TBC aktif.
Kabar baiknya, TBC dapat dicegah dan disembuhkan. Deteksi dini, kepatuhan menjalani pengobatan hingga tuntas, penerapan etika batuk, menjaga ventilasi ruangan, menjalani pola hidup sehat, serta vaksinasi sesuai anjuran merupakan langkah penting untuk mengurangi penyebaran penyakit ini. Apabila Anda atau anggota keluarga mengalami batuk lebih dari dua minggu, terutama disertai demam, penurunan berat badan, atau berkeringat pada malam hari, segera lakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan agar diagnosis dan penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.